Minggu, 30 Januari 2011

Penambahan Zodiak Baru


Si astronomernya bilang kalau Ophiuchus adalah satu zodiak baru melengkapi 12 zodiak lainnya yang sebelumnya telah secara sah dan meyakinkan menjadi keluarga gugusan bintang yang telah biasa digunakan masyarakat sebagai penanda lahir. Namun yang umum dipakai untuk penanggalan kelahiran adalah kalender masehi tentunya.

Ophiuchus menyempurnakan jumlah zodiak menjadi 13. Kalau sebelumnya ada Sagitarius, Capricorn, Aquarius, Pisces, Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, dan Scorpion, kini si Ophiuchus ini menyelinap di antara Scorpion dan Sagitarius.

Dampaknya struktur pembagian zodiak pun berubah. Berubah total. Mungkin anda yang dulu berzodiak Aries, kini tak lagi bisa berkata bahwa anda zodiak Aries pada saat total zodiak ada 13. Dan satu lagi, si Scorpio jadi semakin pendek jangka waktunya. Kalau versi 12 zodiak, Scorpio memiliki rentang waktu 30 hari antara 23 Oktober - 21 November, dengan 13 zodiak maka Scorpio hanya memiliki rentang waktu 7 hari saja yaitu antara 23 November - 29 November.


Capricorn - Jan 20 to Feb 16
Aquarius - Feb 16 to Mar 11
Pisces - Mar 11 to Apr 18
Aries - Apr 18 to May 13
Taurus - May 13 to Jun 21
Gemini - Jun 21 to Jul 20
Cancer - Jul 20 to Aug 10
Leo - Aug 10 to Sep 16
Virgo - Sep 16 to Oct 30
Libra - Oct 30 to Nov 23
Scorpius - Nov 23 to Nov 29
Ophiuchus - Nov 29 to Dec 17
Sagittarius - Dec 17 to Jan 20

Memang sih isu tentang Ophiuchus ini sudah bergulir sejak dulu kala. Ada perbedaan pendapat tentang zodiak ini. Ada banyak versi sih, bisa anda lihat di wikipedia atau ensiklopedia lainnya untuk lebih jelasnya.

Kalau benar-benar nantinya zodiak resmi berjumlah sebanyak 13 buah seperti tersebut di atas, apa yang terjadi ya? hehehe... Apa bencana di Indonesia akan menyingkir? Atau para koruptor segera ditangkapi? Atau harga barang kembali turun? Atau apa ya? Ga tau ah... :D

Lingkaran Misterius Lempengan Es di Danau Baikal

Danau Baikal di Siberia, Rusia, memang sangat menarik untuk dibahas. Danau ini merupakan danau terdalam dan terluas di dunia. Juga merupakan danau terbesar di dunia yang menyimpan persediaan air tawar. Bayangkan, di sana tersimpan 20 persen persediaan air tawar dunia, atau 90 % lebih yang dimiliki Rusia. Jadi pantaslah Danau Baikal masuk dalam situs warisan dunia yang dilindungi UNESCO sejak 1996. Lebih dari itu, Baikal, konon merupakan danau tertua di dunia yang masih exis hingga kini.

Danau Baikal di Siberia, Rusia/foto dari http://waterwaysoftheworld.com/Lake-Baikal.php
Dari Danau Baikal juga ‘lahir’ banyak cerita misteri. Salah satunya yang menggegerkan adalah kisah pertempuran tentara penyelam Soviet melawan alien di dalam danau tersebut yang menyebabkan tewasnya beberapa penyelam Soviet. (Baca: http://dianaruntu.wordpress.com/2010/05/02/kisah-nyata-pertempuran-militer-melawan-ufo-inilah-10-tempat-%E2%80%98berlibur%E2%80%99-ufo-di-bumi/ )
Nah kali ini saya ingin mengungkap misteri lain. Ini adalah teka teki keberadaan lempengan es yang mengambang di Danau Baikal.
LINGKARAN MISTERIUS LEMPENGAN ES DI DANAU BAIKAL
Selama beberapa tahun ini, gejala misterius terjadi di banyak perairan dengan timbulnya es mengambang berbentuk lingkaran pada musim dingin menjadi teta teki bagi para ilmuwan; sekarang, petugas penelitian Rusia sudah menemukan sebuah penjelasan yang mengejutkan dan telah mengurai simpul misteri yang sudah lama eksis.
Menurut laporan der Spiegel majalah Jerman pada awal Februari, ilmuwan Nikolay Granin setelah melalui penelitian berpendapat lempengan es berbentuk lingkaran yang muncul di atas permukaan Danau Baikal—Rusia, diperkirakan merupakan hasil dampak gas alam yang tersimpan di bawah permukaan tanah.
Pada awal abad 19, ilmuwan fisika Rusia telah mencatat di atas Danau Baikal terdapat lempengan es putih berbentuk lingkaran setinggi 1 meter mengambang di atas permukaan laut, bagaimana ia terwujudnya, kala itu belum jelas, hanya menggunakan dalih (sangat misterius) untuk melukiskan sebuah fenomena ini.

lempengan es di danau baikal yang misterius
Pada 1882, di dalam sebuah laporan seorang peneliti lapisan es tertulis: di atas bidang es raksasa tersebut terdapat celah, sepertinya ada ombak yang menghantam pecah lapisan es , tetapi tak berhasil mendobrak ke atas. Ketika celah tersebut tergabung lagi bisa mengeluarkan suara keras dan terdengarnya seperti “dentuman meriam”.
Dari foto-foto satelit bisa ditemukan sebuah fenomena pembekuan misterius lainnya di danau Baikal, susunan berbentuk lingkaran yang tidak lazim itu sepanjang beberapa ribu mil. Fenomena ini muncul di akhir musim dingin. Nichole Grenier, ilmuwan dari Irkutsk Limnological percaya, ia telah mengurai teka teki tersebut: itu adalah lingkaran yang diakibatkan oleh letusan gas.
Grenier dan kawan-kawan mendapatkan, pinggiran piringan es berbentuk lingkaran seperti itu lebih tipis dibandingkan bagian tengahnya, “semakin menjauh dari pusat semakin terdapat banyak retak kecil”. Selain itu, hasil tes temperatur dan arus air di bawah permukaan menunjukkan, arus deras di bawah airlah penyebab utama pembentukan lempengan es tersebut – kecepatan arus air tepian piringan bulat lebih cepat, bagian tepi lebih mudah rusak dibandingkan tengah, arus air telah mendobrak lapisan es dan telah menimbulkan retakan.
Sesuai dengan investigasi situs, dasar danau Baikal ternyata benar menyimpan sumber gas alam yang kaya. Selain itu di dasar danau terdapat gunung berapi aktif yang sering memuntahkan gas alam dan lahar. Tim Grenier menemukan, dalam beberapa tahun ini, dasar Danau Baikal telah terjadi letusan gas alam sebanyak 10 kali, dengan ketinggian maksimal mencapat 900 meter.


Marianne Moore, peneliti lingkungan hidup dari Wellesley College, Massachusetts – AS juga telah membuktikan teori ini: kemungkinan gas alam membawa serta air panas dengan gerak putar mendorong lempengan es ke permukaan air, layaknya angin puting beliung, akhirnya membentuk lempengan es berbentuk lingkaran.
Fenomena alam letusan gas alam kemungkinan bisa menimbulkan akibat parah bagi kapal yang berlalu-lalang di Danau Baikal, maka pemerintah Rusia sudah mengeluarkan peringatan kepada para nahkoda lokal, karena ketika kapal mendekati lempengan es dan menyentuh letusan gas alam hal ini bisa menimbulkan kebakaran besar.
Grenier menyatakan: “Dalam beberapa minggu yang akan datang danau Baikal kemungkinan bisa muncul lagi lempengan es, namun, piringan es mutlak bukan hal paling misterius dari danau.” Grenier dan kawan-kawan sedang dengan semangat menanti kiriman foto satelit terbaru.
Grenier sekaligus juga anggota komite ilmiah lokal. Sejak 1989, Masyarakat Limnologi Baikal setiap 5 tahun sekali mengadakan konferensi internasional, para pakar dan peneliti berbagai disiplin ilmu dari seluruh dunia menghadiri penelitian danau Baikal, melaporkan hasil penelitian terbaru. Konferensi Baikal pada tahun ini akan diadakan pada 4 – 9 Oktober. (The Epoch Times/whs)
http://www.epochtimes.co.id/serbi.php?id=178

 
Powered by Blogger